Barang Termahal di Dunia!!

Waduh..dunia ini makin kreatif aja ya. Bayangin aja, dari benda yang tampak bisa dijadiin tak tampak, dari barang yang biasanya dipasaran dijual murah bisa jadi tak ternilai harganya, dari barang butut bisa jadi barang berguna n keren pula. Emang jago deh manusia kalo soal modifikasi n’ inovatif. Ide siapakah yang pertama kali menempatkan berlian atau pun emas pada benda yang kita gunakan sehari-hari sehingga membuat harga benda tersebut meroket jauh ( MAHAL)

Nih..Silahkan melihat 5 hal yang termahal di dunia

1. Milenium Bra
Millennium Bra – Ok. This brassiere is covered in 3,024 jewels including 1,988 sapphires. It was produced by Victoria’s Secret (I didn’t expect anybody else) and was valued at $10 million. It was modeled by Heidi Klum during the opening of the 2005 Victoria’s Secret Fashion Show. The following year, they produced a Fantasy Bra that was modeled by Karolina Kurvoka. It is worth $6.5 million and contains 2000 Hearts on Fire diamonds with a 10-carat diamond brooch centerpiece.

(NB: upss..mav ya bukan bermaksud mempublikasikan pornografi loh..!)

2.Million BIKINI
The $30 Million Bikini - This bikini contains over 150 carats of D Flawless diamonds, including a 51 carat D Flawless Pear Shape, a 30 carat D Flawless Emerald Cut, a pair of 15 carat D Flawless Rounds and a pair of 8 carat D Flawless Pear Shapes all set in platinum. It was created by Susan Rosen with Steinmetz Diamonds and uses NO FABRIC. Honestly, I don’t think it will be comfortable to wear.

3.Hand Phone
GoldVish Le Million – No, no. It’s not Dracula saying “goldfish”, GoldVish is the creator of the Le Million, the world’s most expensive mobile phone. It’s a cellphone made from solid gold (imagine how heavy that is) and studded with diamonds. Its value is approximately one million euros ($1.3 million) and is a limited edition product with only 3 of them available.

4.Idiamond
iDiamond – Oh, come on! If you didn’t guess it was an iPod I don’t know what other name will. Just kidding. Thomas Heyerdahl created the aptly named iPod with the intention of combining the art of jewelry and technology to build the most expensive MP3 player available. He rebuilt the outer shell into solid gold and added 430 diamonds on the player and headset. Its value is approximately 31 thousand euros or US $42,000.

5. Car Mercedes SL600
Mercedes SL600 – This diamond-studded Mercedes SL600 is valued at around $4.8 million. It is said to be Saudi Prince Waleed’s 38th car. However, there are sources who claim that those are not really jewels but crystals and the car is priced at around $1 million (which wouldn’t make it the most expensive). The truth? I’ll leave it up to you to find out.

Original source :
http://francheskasaunders.com/jewelr…-in-the-world/

Hotel Terseram di Dunia!!

1. Hotel Crescent

Dibangun tahun 1886, “Hotel Cresent” ini dipercaya sebagai hotel paling angker di Amerika karena berhantu. Cerita berawal ketika hotel ini mengalami kebangkrutan dan untuk kali pertamanya di ‘tranformasikan’ sebagai sekolah.    Di tahun 1937 hotel tersebut dibeli oleh Norman Baker, seorang Dokter, iapun mendirikan yayasan untuk penyembuhan penyakit kanker. Baker akhirnya merubah hotel tersebut menjadi rumah sehat. Meskipun begitu, para pasien yang datang untuk berobat tak kunjung sembuh dan akhirnya meninggal dihotel tersebut. Sejak itulah, para arwah pasien bergentayangan dan sering menampakkan diri dihadapan para tamu hotel.

2. Queen Mary Hotel

Dahulunya “Queen Mary” ini adalah kapal pesiar mewah. Melakukan pelayaran untuk kali pertamanya di tahun 1936. Queen Mary sanggup berlayar bahkan menyebrangi samudera Atlantik. Karena kecepatan dan ‘performancenya’ yang tangguh tak ayal jika Queen Mary menjadi terkenal dan merupakan kapal pesiar paling mahal di dunia pada zamannya. Sebut saja nama-nama pesohor yang terkenal karena kekejamannya seperti Clark Gable, Mary Pickford, Greta Garbo bahkan Winston Churchill, sempat berlayar dengan kapal mewah ini. Tapi sayangnya, saat perang terjadi di Inggris kapal ini diambil alih oleh pasukan militer “The Grey Ghost” untuk menyebrangi Atlantik demi menjalankan misi perang. Saat itu pula Queen Mary bertabrakan dengan kapal HMS Curacao sehingga mengakibatkan kapal terbelah menjadi dua dan 300 kru kapal meninggal dunia. Queen Mary dipercaya sebagai salah satu hotel yang banyak hantunya.

3. Lizzie Borden Bed and Breakfast

Hotel ini diyakini angker sejak tanggal 4 Agustus 1892, ketika seorang anak bernama Lizzie Borden membunuh secara brutal ayah dan ibu tirinya menggunakan kapak. Abby Borden, sang ibu tiri ditemukan tewas diantara tempat tidur dan lemari pakaian dekat ruang tamu sedangkan sang ayah yang juga tewas dihajar kapak tergeletak di bawah sofa. Karena perbuatannya Lizzie dihukum di Fall River dan akhirnya meninggal dunia tahun 1927. Arwah mereka bertiga diakui paranormal kerap bergentayangan ditempat tersebut.

4. The Old Spot Hotel

“The Old Spot Hotel” merupakan bangunan pertama yang dibangun oleh kota Gawler, Australia bagian Selatan tahun 1836. Bangunan itu lalu dijadikan tempat perkantoran dengan berbagai aktifitas bisnis. Setelah beberapa tahun kemudian tempat ini direnovasi dan berubah fungsi menjadi hotel. Sejak transformasi menjadi hotel, bangunan sering dimunculkan dengan kejadian-kejadian ganjil seperti penampakan hantu, bahkan tamu yang datang ke hotel ini sering kali di beri wejangan hantu-hantu yang berkeliaran, salah satunya penampakan hantu anak kecil. Pada pertengahan 1990 saja seorang tamu hotel menangkap 3 gambar aneh di kameranya yang tak lain adalah gambar hantu.

5. Hotel Del Coronado

Hotel mewah bergaya Victoria ini terletak disebrang  pelabuhan San Diego, California. Hotel ini kerap disambangi tamu-tamu terkenal seperti Thomas
Edison, L. Frank Baum, Charlie Chaplin, Charles Lindbergh, presiden-presiden Amerika, dan seorang tamu yang tak jelas bernama “Kate Morgan” yang akhirnya bermalam di kamar 302 [sekarang 3327]. Kematian Morgan di hotel tersebut dikarenakan sakit kanker yang dideritanya tetapi banyak yang mengatakan bahwa Morgan Tewas bunuh diri. Hantu Morgan pun sering muncul dihadapan para tamu Hotel Del Coronado.

6. The Stanley Hotel

Keangkeran terjadi ketika sang pemilik hotel      Freelan O. Stanley dan istrinya meninggal dunia. Mereka benar-benar mencintai hotel sehingga setelah meninggalpun tak rela meninggalkan tempat tersebut. Hotel yang dibangun di Taman Colorado tahun 1909 ini, diyakini dihuni oleh arwah stanley dan istrinya. Mereka pun kerap muncul diberbagai sudut ruang hotel seperti di lobi hotel, bar hotel, dan tempat biliar yang menjadi sudut favorit mereka. Bahkan para tamu hotel kerap mendengar alunan musik merdu dari sebuah piano yang dilantunkan oleh mereka.

Lelaki yang Memiliki 86 Istri..wow!!

Ini dia nih.. percaya ga percaya bahwa kenyataanya ada Lelaki Asal Nigeria Miliki 86 Istri, Woow!! LUAR BIASA!!!

Lelaki yang memasuki usia senja dan memiliki tak kurang dari 170 anak ini bernama Baba Mohammed Bello Abubakar.

Baba Mohammed Bello Abubakar.

Namun untuk langkahnya ini, Bello tidak menyarankan para pria untuk meniru jejaknya ini.

’’Seorang pria dengan sepuluh istri saja pasti akan kolaps dan mati, namun kekuatan ini saya peroleh dari Allah. Karenanya, saya bisa mengkontrol 86 dari mereka” ujar Bello yang berprofesi sebagai guru dan ustadz ini.

Abubakar memang punya reputasi tinggi. Dia dihormati sebagai orang yang bisa menyembuhkan penyakit. Tak heran kalau mereka begitu mencintai pria uzur ini, bahkan rela menjadi istrinya.

“Merekalah yang datang pada saya,” beber Abubakar. ’’Saya tidak mencari mereka, mereka yang datang ke saya. Pertimbangan saya adalah fakta bahwa Tuhan menyuruh saya melakukan itu, lalu saya nikahi mereka.’’

Banyak dari istri Bello berusia seperempat dari usianya. Sebagian lagi bahkan lebih muda dari usia anaknya.

“Menurut pengertian saya, Al Quran tidak memberi batasan. Semuanya bergantung kekuatan, berkah, dan kemampuan Anda,” ungkapnya. “Tuhan tidak menyebut hukuman terhadap pria yang punya lebih dari empat istri. Tapi ada hukuman untuk perzinahan.”

“Dia dukun sesat,” kata Ustad Abubakar Siddique, imam masjid kota Abudja.

“Begitu bertemu dengannya, sakit kepala saya langsung hilang,” kata Sharifat Bello Abubakar. Perempuan itu baru berusia 25 tahun ketika bertemu pertama kali dengan Abubakar, 12 tahun silam.

Selain itu ada pula istrinya yang bernama Ganiat Mohammed Bello, yang telah menikah dengan Bello selama 20 tahun. Ganiat dilamar saat masih duduk di bangku SD dan ia dibawa berkonsultasi pada Abubakar oleh ibunya dan Abubakar lantas melamarnya.

“Saya tidak mau menikah dengan orang tua. Namun dia mengatakan bahwa itu perintah Tuhan,” katanya. Ganiat kemudian menikah dengan pria lain, namun akhirnya bercerai. Dia lantas kembali ke Abubakar. “Sekarang saya perempuan paling bahagia di bumi,” aku Ganiat.

Abubakar dan istrinya tidak pernah bekerja. Dia menolak mengatakan cara mendapatkan uang untuk membiayai keluarganya yang besar itu. Sebagai contoh, setiap makan siang, mereka harus memasak tiga karung beras. Setiap karung berisi 12 kg dan harganya 915 dolar AS (Rp 8,5 juta).

“Semuanya berasal dari Tuhan,” jawab Abubakar pendek.

Penduduk Bida, desa di sebelah utara Nigeria tempat Abubakar tinggal, juga tak tahu cara Abubakar menghidupi keluarganya. Menurut seorang istrinya, Abubakar kadang minta anak-anaknya, lebih dari 170 orang, untuk mengemis 200 naira atau sekitar 1,69 dolar AS (Rp 15.500). Jika ditotal, mereka akan mendapatkan sekitar 290 dolar AS (Rp 2,7 juta).

Sebagian besar istri Abubakar tinggal di rumah yang belum selesai di desa Bida, sisanya di rumah masing-masing di Lagos, ibukota perdagangan Nigeria.

Berhenti Menjadi Gelas!!

Cerita sederhana ini memberikan gw inspirasi dan menyentuh hati ketika gw membacanya. Cerita yang ‘mengisyaratkan’ bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup adalah sebuah perumpamaan yang bermakna. Simak deh ceritanya..

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung. “Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah didunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya.
“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.
Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”

Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan
gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana
yang diminta.

“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata
Sang Guru. “Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.”
Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air
asin.

“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.

“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih
meringis.

Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis
keasinan.

“Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat
tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.”
Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa
bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa
asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah
di hadapan mursyid, begitu pikirnya.

“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil
mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir
danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan
membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin
dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya
kepadanya, “Bagaimana rasanya?”

“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan
punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber
air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang
tersisa di mulutnya.

“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”

“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan
meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,
membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala masalah
dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.
Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus
kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai
untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang
dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun
demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang
bebas dari penderitaan dan masalah.”

Si murid terdiam, mendengarkan.

“Tapi Nak, rasa `asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat
tergantung dari besarnya ‘qalbu’(hati) yang menampungnya. Jadi Nak,supaya
tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.”

You Are on My Mind

Hufhh,,sedih ya rasanya saat kita ditinggalkan seseorang yang dekat dengan kita atau yang telah menjadi salah satu pewarna bagi hidup kita! Apalagi kita harus melapangkan dada jika keputusan itu harus diambil demi menggapai sesuatu yang lebih baik.

Gw merasakan hal serupa ketika mengantar adik sepupu gw yang ingin melanjutkan pendidikannya di luar kota. Mungkin kedengarannya biasa aja.. tapi ketika gw mengalami dan melihat kejadian itu gw sungguh merasa seolah-olah harus ‘menoleh kebelakang’ sejenak hanya untuk mengingat masa-masa indah bersamanya.

Kami selalu bersama sejak kecil, apalagi jarak rumah kami tidak jauh. Kami sering berlibur bersama dan menghabiskan waktu bersama. Masa kecil yang tak tergantikan karena dulu yang kami tau bahwa hidup hanyalah bermain. Semakin dewasa kami semakin menyadari bahwa kami menjadi subjek, dan objek bagi kehidupan. Dan waktu terus bergulir….

Hal yang paling mengharukan bagi gw ketika melihat ibunya menangis saat terakhir bersamanya. Gw menyadari bahwa ‘paksaan’ untuk ikhlas dan percaya harus memenangkan hati sang ibu yang sedang bimbang dan sedih. Yang lebih mengharukan lagi yaitu sebelum ayahnya masuk mobil saat kami bersiap kembali ke jakarta..saya melihat ayahnya menepukkan bahu anak kesayangannya itu seolah-olah mengisyaratkan bahwa sang ayah berkata “bapak bangga padamu..!”

Ia(adik sepupuku) memang anak yang cerdas, berakal budi baik, sopan, dan penolong. Kami semua merasa dekat dengannya. Tangisan pun tak bisa disembunyikan dari wajahnya (dan gw tentunya) ketika melihat sang ibu terus menangisinya. Tapi lagi-lagi kami harus ingat bahwa ini adalah jalan yang telah ia pilih.

Hal ini mungkin suatu permulaan dari awal perjalanannya menuju kesuksesan. Setiap perjalanan yang ingin ditempuh pasti perlu waktu, pengorbanan dalam segi apapun. tapi jika kita menyadari bahwa kekuatan mental, ketangguhan hati untuk mengatakan SAYA BISA akan mengalahkan segala rintangan yang ada.

Pengalaman kecil, waktu sempit yang gw alami tersebut telah membuka mata gw bahwa cepat atau lambat kita sebagai anak akan lepas dari genggaman orangtua kita demi tanggung jawab dan kehidupan yang lebih baik. Dan yang perlu diingat bahwa semua manusia pasti akhirnya akhir kembali pada-Nya sementara kehidupan masih akan terus bergulir…

Setiap ada awal pasti ada akhir, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan”

“Saat seseorang meninggal kita tidak bisa mengatasi kesedihan kita dengan melupakan, kita mengatasinya dengan mengingat dan menyadari bahwa tak seorangpun benar-benar lenyap atau hilang kalau mereka sudah pernah hadir dalam hidup kita dan mencintai kita seperti kita mencintai mereka”

“Yang sulit bukan melenyapkan kenangan melainkan mengumpulkan kekuatan untuk merelakannya”