Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menuangkan pikiran dan perasaanya. Seperti gw..gw lebih suka menuangkan apa yang gw rasakan dengan menuliskannya dalam buku diary atau bercerita pada sahabat yang benar-benar dipercaya, dan tak lupa mengadu pada Sang Illahi. bagaimana dengan kamu?? siapa yang pertama kali kamu cari dan temui saat masalah datang dalam hidupmu??
hidup ini penuh dengan misteri..seandainya kita bisa tau apa yang terjadi esok..pasti kita akan mempersiapkan dengan sebaik mungkin. Sangat disayangkan..itu cuma “SEANDAINYA”. Karena pada kenyataanya kita gak tau apa yang terjadi hari ini, esok, lusa, atau kapanpun…
hidup adalah seperti apa yang saya wujudkan sendiri. Terkadang dunia berisi kemegahan saat kita merasa hidup dengan diri kita sendiri. Merasa banyak orang yang membutuhkan kita dalam dunia yang serba tidak pasti. Setelah itu kita berusaha membuat mereka mengerti bahwa semua masalah yang dihadapi pasti ada akhirnya dan meyakinkan bahwa masalah ini dapat dihadapi dengan ikhlas, tegar, dan bijaksana.
Selama hidup, gw menyadari bahwa hidup bukan suatu keinginan melainkan harapan. Begini maksudnya–> Kita gak pernah mengharapkan kehidupan seperti saat ini yang sedang dijalani, kita tidak pernah meminta untuk dilahirkan. Karena bila keinginan dapat menjadi kenyataan dari semua harapan..gak kan ada manusia yang sengsara, menderita, mengeluh. Gw hanya berharap bahwa dalam kenyataan hidup ini gw(dan semua orang tentunya) akan mendapatkan kebahagiaan pada akhirnya…
kita tidak pernah menginginkan wajah, fisik, hidup kita seperti saat ini (pasti ingin yang terrrrrr***!!!, benar??)..tapi gw berharap bahwa kecantikan hati bisa menutupi kekurangan yang ada dan berharap bahwa gw bisa menenangkan hati setiap orang yang gw rasa sedang berjuang dalam “pertempuran hidup” yang lebih sulit.(Amin..)
“kegelapan”, kekurangan, dan rasa syukur membuat kita perlu membentangkan diri dan berteriak bahwa kita mencintai diri sendiri. Berbagai warna dalam kehidupan kita membuat kita merasa membutuhkan seseorang untuk kita “genggam”. merasakan ikatan batin yang kuat dan bisa menuntun kita keluar dari “keadaan yang pengap”.
Sungguh indah rasanya hidup ini saat kita mulai belajar menghargai hidup, menghargai segala yang sedang maupun telah terjadi dan tetap mencintai diri sendiri…..

